enkulturasi dengan mengadopsi budaya

Dengan itu, dunia Islam mengalami enkulturasi dengan mengadopsi budaya-budaya androcentrism (berpusat pada kepentingan lelaki). Wilayah Islam bertambah luas ke bekas wilayah jajahan Parsi di timur, bekas jajahan Rom dengan pengaruh kebudayaan Yunaninya di barat, dan ke Afrika, seperti Mesir dengan sisa-sisa kebudayaan Mesir kunonya di bahagian selatan. Pusat-pusat kebudayaan tua tersebut memperlakukan kaum perempuan sebagai the second sex. fenomena pemakaian hijab juga terjadi di masyarakat kita saat ini. seperti banyak yang jual hijab online yang saat ini banyak di sekitar kita.

Selain berinteraksi dengan tamadun yang berasaskan fahaman patriaki, perkembangan teknologi penulisan dan percetakan pada zaman Dinasti ‘Abbasiyyah menyumbang kepada pengukuhan fahaman patriaki dalam masyarakat Islam. Proses pembukuan (tadwin) yang lebih sistematik terhadap karya hadis, fiqh dan sebagainya telah menyebabkan berlakunya unifikasi dan kodifikasi teks-teks ajaran Islam. Secara tidak langsung pemikiran para ulama setempat yang berlatarkan suasana semasa dan setempat khususnya fahaman patriaki dikatakan mendapat keabsahan dan mengalami pembakuan.29

Kemudiannya, teks tersebut diwariskan kepada generasi demi generasi. Ia diterima dengan nilai yang sakral (suci) dan tidak dapat diganggu-gugat walaupun berlaku perubahan sosio-budaya, sedangkan fiqh tidak dapat dipisahkan dari nilai kemanusiaan. Fenomena pensakralan pemikiran keagamaan (taqdis al-afkar al-diniyyah) ini seolah menyamakan nilai fiqh dengan Syariah. Sedangkan Syariah bersumberkan wahyu ketuhanan, bernilai tetap (absolute), transenden dan abadi (eternalistic).