Pekerjaan galian struktur dengan kedalaman 0-2 meter

Pekerjaan galian struktur dengan kedalaman 0-2 meter

Pengukuran dan pematokan

Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja secara umum,
2) Terluka akibat kondisi dan penggunaan meteran yang salah,
3) Kecelakaan akibat pengaturan lalu lintas kurang baik,
4) Kecelakaan akibat jenis dan cara penggunaan peralatan,
5) Kecelakaan akibat metode pemasangan patok. daftar harga sepatu safety bisa menjadi solusi untuk kamu yang sedang mencari sepatu safety.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Pengukuran danPematokan pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter yaitu :
1) Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,
2) Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan meteran yang sesuai denganstandar,
3) Pengaturan lalu lintas harus sesuai dengan standar,
4) Alat dan cara menggunakan harus benar sesuai dengan standar,
5) Pemasangan patok harus benar dan sesuai dengan syarat.

Penggalian
Pekerjaan Penggalian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
1) Kecelakaan terkena alat gali (cangkul, balencong dll.) akibat jarak antar penggali terlaludekat,
2) Terluka karena terkena pecahan batu hasil galian,
3) Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasimaupun di tempat pembuangan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan Penggalian padaPekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter yaitu :
1) Jarak antara penggali harus aman,
2) Bila penggalian dilakukan pada cuaca gelap atau malam hari harus menggunakan lampupenerangan yang cukup,
3) Penggalian harus dilakukan oleh orang yang ahli dengan metode yang benar,
4) Operasional alat berat harus dilakukan sesuai dengan standar.

Pembuangan bahan galian
Pekerjaan Pembuangan Bahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman0-2 meter mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu :
Kecelakaan akibat tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat Pekerjaan PembuanganBahan Galian pada Pekerjaan Galian Struktur dengan Kedalaman 0-2 meter yaitu :
Tumpukan bahan galian yang akan digunakan untuk timbunan tidak boleh terlalu lama.

Advertisements

Pengertian Kecelakaan Kerja

Pengertian Kecelakaan Kerja

1. Menurut M. Sulaksmono (1997) seperti dikutip dari Anizar (2009) kecelakaan adalah suatu kejadian tak diduga dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses suatu aktivitas yang telah diatur.
2. Menurut UU No 1 Tahun 1970 kecelakaan kerja adalah sesuatu yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda.
3. Menurut UU No. 3 Tahun 1992 tentang jaminan social tenaga kerja kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam pekerjaan sejak berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
4. Menurut (OHSAS 18001, 1999) dalam Shariff (2007), kecelakaan kerja adalah suatu kejadian tiba-tiba yang tidak diinginkan yang mengakibatkan kematian, luka-luka, kerusakan harta benda atau kerugian waktu. Jual sepatu safety jakarta bisa menjadi solusi untuk kamu.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa kecelakaan kerja adalah kejadian tak terduga dan juga tak diinginkan, yang mengacaukan proses aktivitas dan juga menimbulkan kerugian pada manusia dan harta benda.

Penyebab Kecelakaan Kerja

Menurut Anizar (2009), ada dua faktor penyebab kecelakaan yaitu unsafe action (faktor manusia) dan unsafe condition (faktor lingkungan).
Unsafe Action dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain :
1. Ketidakseimbangan fisik tenaga kerja yaitu : posisi tubuh yang menyebabkan mudah lelah, cacat fisik, cata sementara, kepekaan panca indra terhadap sesuatu.
2. Kurang pendidikan : kurang pengalaman, salah pengertian terhadap suatu perintah, kurang terampil, salah mengartikan Standart Operational Procedure (SOP) sehingga mengakibatkan kesalahan pemakaian alat kerja.
3. Menjalankan pekerjaan tanpa mempunyai kewenangan
4. Menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya.
5. Pemakaian alat pelindung diri (APD) hanya berpura-pura
6. Mengangkut beban yang berlebihan
7. Bekerja berlebuhan atau melebihi jam kerja

Unsafe condition dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain :
1. Peralatan yang sudah tidak layak pakai
2. Ada api ditempat bahaya
3. Pengamanan gedung yang kurang standar
4. Terpapar bising
5. Pencahayaan dan ventilasi yang kurang atau berlebihan
6. Kondisi suhu yang membahayakan
7. Dalam keadaan pengamanan yang berlebihan
8. Sistem peringatan yang berlebihan
9. Sifat pekerjaan yang mengandung bahaya

Perangkat Keselamatan Standar

Perangkat Keselamatan StandarSetiap crew harus memakai pakaian kerja yang telah disediakan oleh perusahaan. Setiap orang yang bekerja di lokasi harus memakai topi pengaman yang sesuai dengan syarat standar ANSI Z 89.1 bila sedang bekerja di lokasi. Keharusan ini tidak berlaku bila crew bekerja dalam gedung seperti ruang kantor, ruang kontrol, bengkel atau gedung sejenis, atau bila ada pengarahan lain. Topi pengaman harus selalu dibersihkan dan secara reguler diinspeksi terhadap retak, kerusakan alat suspensi dan kerusakan lainnya serta tahun berlakunya (expire). Toko sepatu safety di glodok menjual berbagai macam perlengkapan safety.

Beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Topi pengaman dari bahan logam tidak diperkenankan untuk dipakai dalam setiap pekerjaan di lokasi.
2. Setiap crew harus memakai seragam kerja atau kemeja berlengan/bertangan dan celana panjang, dan topi pengaman/pelindung kepala, muka, tangan dan kaki yang benar dalam area dimana mereka terpapar oleh kemungkinan terbakar api, korosif, substansi panas, pipa panas atau peralatan panas.
3. Pekerjaan dan kondisi kerja tertentu memerlukan penggunaan peralatan keselamatan seperti alat Bantu pernafasan, penutup atau
penyumbat telinga, sarung tangan khusus, pelindung mata. Kru yang bekerja dalam kondisi tersebut di atas harus memakai peralatan keselamatan sesuai dengan keperluan kerja khusus tersebut, termasuk penyumbat telinga (busa sekali pakai) dan penutup telinga (ear muffs).
4. Untuk paparan yang terus menerus (lebih lama dari 15 menit) sampai tingkat kebisingan sangat tinggi (100 dbA atau lebih) pemakaian alat pelindung pendengaran ganda (penyumbat dan penutup telinga) sangat dianjurkan.

Crew harus dilindungi dari paparan berlebih dari partikel yang berterbangan, termasuk abu, kabut, asap, uap dan gas . Bila kontrol rekayasa tidak dimungkinkan, maka alat perlindungan pernafasan yang memadai harus disediakan dan dipakai. Ini adalah tugas dari safety officer/supervisor untuk memastikan bahwa semua pekerja yang tersangkut, cukup terampil dalam pemakaian/pemilihan alat yang ada, pemeliharaan dan tahu keterbatasan dari alat pelindung pernafasan, dan cukup tersedianya alat pelindung pernafasan yang tepat.
Setiap pekerja lapangan pemboran minyak dan gas bumi, diharuskan mendapatkan perangkat keselamatan kerja standart, yang terdiri dari 2 set pakaian kerja, helm pengaman, sepatu safety dan kacamata safety, untuk menunjang keselamatan kerja diri pekerja. Perangkat tersebut harus digunakan pada waktu bekerja pada area-area yang telah ditentukan, diantaranya adalah :
1. Lokasi pemboran, seorang pekerja yang berada di lapangan pada lokasi pemboran, diharuskan menggunakan pakaian kerja, helm pengaman dan sepatu safety. Hal ini berdasarkan kondisi lapangan yang panas karena terik matahari, licin, banyak terdapat alat-alat berat yang beresiko dan kemungkinan jatuhnya suatu benda kerja dari rig. Keharusan penggunaan perangkat kerja berdasarkan area kerja di lokasi pemboran, diantaranya adalah sebagai berikut :
 Rig Floor dan area disekitar rig, pekerja harus menggunakan perlengkapan keselamatan kerja standart dan hand glove, jika tingkat kebisingan suara tinggi, harus menggunakan pelindung telinga. Untuk aktivitas pemanjatan digunakan safety belt.
 Electric Room dan Compressor Room, dengan kondisi kebisingan tinggi diharuskan menggunakan pelindung telinga.
 Welding Area, khusus untuk pekerja yang sedang melakukan pengelasan, harus menggunakan pelindung muka dan mata (goggles).
 Mud Mixing dengan kondisi berdebu, pekerja harus menggunakan kacamata safety dan pelindung pernafasan.

 Di dalam ruang-ruang unit (container), pekerja tidak diharuskan menggunakan perlengkapan keselamatan standart, kecuali pada ruang-ruang khusus yang mengharuskan penggunaan.
2. Ware House, di area warehouse, pekerja harus menggunakan perlengkapan keselamatan kerja standart jika bekerja diluar ruangan dan perlengkapan lainnya jika dibutuhkan.
3. Work Shop, untuk pekerjaan yang dilakukan di work shop, biasanya tidak harus menggunakan perlengkapan diantaranya : Helm pengaman, sepatu safety atau kacamata safety.
4. Khusus untuk pekerja yang bekerja di dalam ruangan misalnya ruang kantor, tidak diharuskan menggunakan perlengkapan keselamatan kerja standart, mengingat kondisi area dengan tingkat resiko kecelakaan kerja relatif kecil.

Macam-macam sepatu safety boot

Mungkin untuk beberapa orang tahu bahwa sepatu boots yaitu sepatu yang terbuat dari plastic yang tingginya nyaris meraih lutut. Sekarang ini sepatu boots jadi salah satu fashion shoes yang banyak dipakai oleh beberapa orang. Model basic sepatu boots pada zaman dulu tak beralih secara signifikan hanya saja sekarang ini banyak varian yang bikin sepatu boots jadi casual serta elegan sesuai sama keperluan penggunaan serta manfaat sepatu boots tersebut. Sepatu boots saat ini sudah berevolusi dengan beragam keperluan pengguna seperti boot shoes, leather boot, rubber boot, safety boot, active boot serta boot style. Continue reading “Macam-macam sepatu safety boot”

enkulturasi dengan mengadopsi budaya

Dengan itu, dunia Islam mengalami enkulturasi dengan mengadopsi budaya-budaya androcentrism (berpusat pada kepentingan lelaki). Wilayah Islam bertambah luas ke bekas wilayah jajahan Parsi di timur, bekas jajahan Rom dengan pengaruh kebudayaan Yunaninya di barat, dan ke Afrika, seperti Mesir dengan sisa-sisa kebudayaan Mesir kunonya di bahagian selatan. Pusat-pusat kebudayaan tua tersebut memperlakukan kaum perempuan sebagai the second sex. fenomena pemakaian hijab juga terjadi di masyarakat kita saat ini. seperti banyak yang jual hijab online yang saat ini banyak di sekitar kita.

Selain berinteraksi dengan tamadun yang berasaskan fahaman patriaki, perkembangan teknologi penulisan dan percetakan pada zaman Dinasti ‘Abbasiyyah menyumbang kepada pengukuhan fahaman patriaki dalam masyarakat Islam. Proses pembukuan (tadwin) yang lebih sistematik terhadap karya hadis, fiqh dan sebagainya telah menyebabkan berlakunya unifikasi dan kodifikasi teks-teks ajaran Islam. Secara tidak langsung pemikiran para ulama setempat yang berlatarkan suasana semasa dan setempat khususnya fahaman patriaki dikatakan mendapat keabsahan dan mengalami pembakuan.29

Kemudiannya, teks tersebut diwariskan kepada generasi demi generasi. Ia diterima dengan nilai yang sakral (suci) dan tidak dapat diganggu-gugat walaupun berlaku perubahan sosio-budaya, sedangkan fiqh tidak dapat dipisahkan dari nilai kemanusiaan. Fenomena pensakralan pemikiran keagamaan (taqdis al-afkar al-diniyyah) ini seolah menyamakan nilai fiqh dengan Syariah. Sedangkan Syariah bersumberkan wahyu ketuhanan, bernilai tetap (absolute), transenden dan abadi (eternalistic).